”Share”/

Senin, 22 November 2010

kekalahanku kemenanganmu .

maaf kukatakan bukan untuk yang pertama kali .

menagis ku dibuatmu bukan juga yang pertama kali .

pedih yang kau buat, perihnya yang kurasa .

sakit yang kau cipta, aku terima tanpa duka .

tuhan, mengapa kau biarkan mata ini menagis ?

aku bukan hambamu yang kuat dan tabah, aku selalu berada di jalan yang salah .

sadarku, aku tak sempurna sepertimu .

santunku, tak ku indahkan hanya padamu .

ku coba bertahan, ku tahu aku bisa bertahan .

walau harus menopang beratnya sedih sendiri, di jalanan yang sepi .

tangisku, ku serka sendiri .

darahku, ku biarkan hilang sendiri .

lukaku, ku diamkan sampai mataku menutup hari .

kutahu, aku sendiri .

parasku tak sempurna, hartapun ku tak punya .

jiwaku berkelana, entah sudah sampai kemana ~

semakin ku terluka, semakin kau tertawa .

semakin aku jatuh, semaki kau tak tersentuh .

semakin jiwaku mati, semakin tegap egonya berdiri .

hidupku hanya berhiaskan 2 dunia .

dunia hitamnya pedih, dan dunia putihnya perih .

dan saat aku mati dalam kalah, dia akan semakin hidup dalam menang .

dan yang terburuk adalah, saat kutahu kau dapat melakukan segalanya, dan aku pasti kalah .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar