maaf kukatakan bukan untuk yang pertama kali .
menagis ku dibuatmu bukan juga yang pertama kali .
pedih yang kau buat, perihnya yang kurasa .
sakit yang kau cipta, aku terima tanpa duka .
tuhan, mengapa kau biarkan mata ini menagis ?
aku bukan hambamu yang kuat dan tabah, aku selalu berada di jalan yang salah .
sadarku, aku tak sempurna sepertimu .
santunku, tak ku indahkan hanya padamu .
ku coba bertahan, ku tahu aku bisa bertahan .
walau harus menopang beratnya sedih sendiri, di jalanan yang sepi .
tangisku, ku serka sendiri .
darahku, ku biarkan hilang sendiri .
lukaku, ku diamkan sampai mataku menutup hari .
kutahu, aku sendiri .
parasku tak sempurna, hartapun ku tak punya .
jiwaku berkelana, entah sudah sampai kemana ~
semakin ku terluka, semakin kau tertawa .
semakin aku jatuh, semaki kau tak tersentuh .
semakin jiwaku mati, semakin tegap egonya berdiri .
hidupku hanya berhiaskan 2 dunia .
dunia hitamnya pedih, dan dunia putihnya perih .
dan saat aku mati dalam kalah, dia akan semakin hidup dalam menang .
dan yang terburuk adalah, saat kutahu kau dapat melakukan segalanya, dan aku pasti kalah .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar