”Share”/

Jumat, 07 Oktober 2011

Cinta Pertama Saat Hujan Turun

Sore hari ini hujan turun dengan lebat mengguyur kota Bandung. Suara kaleng berbunyi bak nada yang tersusun indah karna air hujan itu. Jalanan sepi, hanya beberapa kendaraan mobil yang berlalu-lalang. Aku yang tak berpoayung berlari menghampiri halte. Disana hanya ada seorang pria yang berdiri menunggu hujan reda. Aku pun melakukan hal yang sama saat sesampai di halte tersebut. Memang ada hal lain yang bisa idlakukan selain itu? Tidak ada. Sampai saat pria itu menyapaku dan jaket yang dipainya itupuhn diberikan kepadaku. Aku hanya terkaget dan mnenatapnya, seolah penuh perhatian. Aku pun tak bisa menolak tawaran itu, karna memang aku terlihat basah kuyup karna hujan. Kami punberkenalan. Namanya Steve! pakaian hitam dengan jaket kulit dan bergitar itu ada di sampingku. Aku tak tau apa yang aku rasakan saat itu, hanya terdengar suara jantuhngku yang berdetak dua kali lebih kencang, mungkin Steve jua dapat mendengarnya. Hujan pun detik demi detik mulai menandakan ia akan berhenti dan akan muncul pelangi nan indah. Steve baru saja akan memulai perjalannya menuju salah satu cafe favorite di Bandung. Ketika Steve hendak meninggalkanku, dia merasa tak tega, melihat wanita ditinggalkannya sendiri di halte bus, sampai pada akhirnya dia mengajakku.

Stve mengajakku, dia mengajakku untuk menemaninya bermain band di cafe tersebut. Diperjalanan kami hanya terdiam. Ya, hanya itu. Steve yang mengendarai sepeda motornya itu melaju dengan kencang dengan alasan takut terlambat. Aku yang memakai jaket kulitnya pun merasa takut dan akhirnya aku memegang Steve. Seolah-olah Steve ingin melindungiku dari rasa takutku. Sesampainya di cafe....

Sudah di duga, teman-teman Steve sudah menunggu Steve. Teman-teman satu bandnya menyapa Steve dan bertanya mengapa terlambat. Dia pun menjelaskan. Aku hanya diam di balik punggung Steve seolah berlindung. Dan...... benar dugaanku! Pasti temannya menanyakanku. Awalnya aku merasa malu dan takut. Tapi akhirnya kami pun berkenalan dan sempat berbincang-bincang. Shinta pianis band mereka sangatlah baik terhadapku. Sekarang saatnya band mereka tampil . Tapi tunggu..... vokalis mereka tak kunjung datang. Mungkin memang karna hujan yang membanjiri seluruh kota Bandung tersebut. Akhirnya aku diajaknya untuk menggantikan Vega, vokalis band mereka. Awalnya aku takut, tetapi Steve yakin aku bisa. Aku pasti bisa! semangatku dalam hati. etikan gitar yang dimainkan Steve pun terdengar. Wah! Sangatlah indah, Romantis. Aku pun bernyanyi. tanpa di sadari aku terbawa suasana.

Acara pun telah usai. Teman Steve juga satu per satu mulai pergi dari tempat itu. Sampai tinggallah aku dan Steve. Steve bergegas merapikan peralatan mereka. Dan mengantarku pulang ke rumah.

Sampai di rumah aku berterima kasih kepada Steve, dan dia pun hendak pulang ke rumahnya.

Entah bagaimana rasanya. Perasaanku..... tertuju padamu.Fikiranmu... semuanya tentang kamu, Steve. Entah sejak kapan, dimana, bagaimana aku menjadi suka padamu. Dengan konyolnya aku bertanya kepada bintang dilangit. "Hai bintang, benarkah aku mencintainya?' bintang pun memancarkan sinarnya lebih terang dari sebelumnya.Sepertinya ia menjawab 'ya'. Tapi aku tetap tidak percaya. Kemudia aku bercermin. Kali ini aku tau, dan aku percaya. Aku mendapatkan bayanganku yang tersenyum di cermin seolah ada hal yang membuatku tak dapat berhenti tersenyum. Malam semakin larut. Waktunya untuk tidur.

Aku berbaring di tempat tidurku. Aku masih tak percaya, dia, Steve, orang yang baru saja aku kenal saat hujan turun, dia mengajakku bernyanyi, tertawa, semuanya dan mengantarku pulang. Ini sangat romantis!
Tiba-tiba handphone yang ku taruh di meja lampu tidur berbunyi. Ada sms! Siapa malam mala begini mengganggu orang hendak tidur? gumamku kesal. Tidak ada nama. "Have nice drean Clara ☺, Steve". Astaga! Siapa tadi namanya? Steve? Pria yang kutemukan saat hujan turun di halte tadi? Yang mengajakku bernyanyi diiringi petika gitar cantiknya? Ya! Aku tak bermimpi. Ini Steve. Dia Steve. Benar Steve. Aku pun membalas pesan itu "Have nice dream Too Steve ☺" Wa!!! Apa aku bermimpi? Tidak! Indah sekali hari ini. Terimakasih Tuhan. Aku pun hendak tidur. Lama-lama aku bisa gila memikirkannya. Aku hanya berharap pria yang kutemukan saat hujan turun tadi, Steve, memiliki perasaan yang sama denganku. Cinta pertamaku saat hujan turun ☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar